Saat ini ramai orang Islam yang masih menyekolahkan anaknya di sekolah Kristian/Katholik meskipun ada sekolah Umum/Negeri dan Sekolah Islam Terpadu yang mutunya baik.
Bagi orang Kristian/Katholik menyekolahkan anaknya di sekolah Kristian/Katholik wajar kerana mereka ingin agar anaknya mendapat ilmu agama Kristian/Katholik yang cukup sehingga boleh menjadi penganut Kristen/Katholik yang baik. apatah lagi kalau ada orang Islam yang menyekolahkan anaknya di situ, adakah mereka ingin anaknya jadi orang Kristian/Katholik?
Kalau sampai begitu, maka ibu bapanyalah yang paling berdosa kerana sengaja menghantar anaknya di sekolah Kristian/Katholik sehingga dididik sesuai ajaran agama tersebut.
Umumnya orang Islam yang menyekolahkan anaknya di situ kerana ingin anaknya disiplin atau berjaya dalam kehidupan dunia. Padahal di situ ajaran Kristian/Katholik diajarkan dengan intensif sehingga jadi norma, standart, dan roh sekolah tersebut.
Di sekolah itu setiap hari murid-muridnya diajarkan dan disuruh berdoa. Doanya tentu ditujukan kepada Tuhan mereka: Tuhan Bapa, Tuhan Yesus, dan Roh Kudus.
Padahal dalam Islam dijelaskan bahwa orang yang menganggap Isa itu Tuhan adalah kafir:
“Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah adalah Al Masih putera Maryam”, padahal Al Masih (sendiri) berkata: “Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu” Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.” [Al Maa-idah:72]